Hotline
150808
WhatsApp
0812-1282-777
Hubungi kami
via online form

Layanan Integrated Pest Management (IPM)

Amankan fasilitas Anda dengan Integrated Pest Management (IPM) dari Rentokil. Pendekatan proaktif kami menggabungkan inspeksi oleh ahli, pemantauan berkelanjutan, serta strategi pencegahan untuk membantu melindungi bisnis Anda dari risiko hama.

Kemitraan dengan ahli

Kami tidak sekadar melakukan treatment. Tim Rentokil bekerja sebagai perpanjangan tangan tim Anda untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemicu hama sejak awal.

 

Siap hadapi audit

Dokumentasi IPM kami membantu fasilitas Anda tetap selaras dengan standar HACCP, BPOM dan audit global lainnya agar operasional selalu siap saat inspeksi.

 

Pencegahan yang proaktif

Kami memprioritaskan penyekatan struktural dan perbaikan sanitasi untuk mengatasi akar masalah hama sehingga risiko infestasi berulang dan penggunaan kimia ditekan.

Apa itu Integrated Pest Management (IPM)?

Integrated Pest Management (IPM) atau Pengendalian Hama Terpadu adalah pendekatan strategis dalam pengendalian hama yang berfokus pada pencegahan jangka panjang dan pengelolaan risiko secara berkelanjutan.

Pendekatan IPM tidak hanya berfokus pada penanganan infestasi yang sudah terjadi, tetapi juga membantu mengidentifikasi potensi risiko sejak dini agar hama tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Di Rentokil Indonesia, pendekatan ini dimulai dari pencegahan, pemantauan dan pengelolaan lingkungan sebelum mempertimbangkan penggunaan pestisida. Jika diperlukan, pestisida akan digunakan secara terukur dan bertanggung jawab untuk meminimalkan risiko terhadap manusia, operasional dan lingkungan sekitar.

Keberhasilan program IPM sangat bergantung pada kolaborasi yang kuat antara tim Anda dan ahli hama kami di Rentokil.

Empat pilar dalam kerangka kerja IPM Rentokil

1. Menentukan ambang batas tindakan (action thresholds)

Tidak setiap kemunculan hama memerlukan tindakan segera. Salah satu prinsip utama IPM adalah menentukan kapan tindakan perlu dilakukan dan jenis tindakan apa yang paling tepat.

Rentokil bekerja sama dengan tim Anda untuk menentukan ambang batas tersebut berdasarkan jenis industri, kondisi fasilitas, serta persyaratan regulasi yang berlaku.

Dalam proses ini, teknisi kami mengevaluasi beberapa faktor penting:

  • Jenis hama: Memahami biologi dan perilaku spesifik dari hama yang ditemukan.
  • Tingkat toleransi industri: Menyesuaikan tindakan pengendalian dengan standar higiene dan keamanan pangan yang berlaku.
  • Kondisi lingkungan sekitar: Menilai kondisi lingkungan yang dapat meningkatkan tekanan hama.
  • Struktur bangunan: Mengidentifikasi celah struktural atau kondisi bangunan yang dapat menjadi akses masuk bagi hama.

Pendekatan ini memastikan tindakan pengendalian dilakukan secara tepat sasaran dan efisien.

2. Identifikasi dan pemantauan hama

Pengendalian hama yang efektif selalu dimulai dengan identifikasi yang akurat dan pemantauan yang konsisten.

Ahli kami di Rentokil akan melakukan inspeksi menyeluruh untuk mengetahui jenis hama yang ada, sumber kemunculannya, serta faktor lingkungan yang memicu aktivitas hama. Selain inspeksi langsung, kami juga menggunakan perangkat pemantauan modern (monitoring) untuk mendeteksi aktivitas hama sejak dini.

Dalam program IPM, tim Anda juga memiliki peran penting. Karyawan di lapangan sering menjadi pihak pertama yang melihat tanda-tanda awal aktivitas hama. Kami mendorong pelanggan untuk membantu dengan cara berikut:

  • Melaporkan penampakan hama atau tanda aktivitasnya.
  • Mengidentifikasi area dengan kelembapan atau kebocoran.
  • Memantau area yang memiliki sumber makanan atau air.
  • Menjaga area tetap bersih dari tumpukan sampah atau barang yang tidak terpakai.
  • Melaporkan celah struktural, segel pintu yang rusak, atau titik akses lainnya.

Kolaborasi ini membantu mempercepat deteksi dan mencegah infestasi berkembang lebih jauh.

3. Pencegahan hama

Rentokil berfokus menghilangkan kondisi yang memungkinkan hama berkembang sebelum infestasi terjadi. Hal ini dilakukan melalui peningkatan sanitasi, pengelolaan limbah yang lebih baik, serta pengurangan sumber makanan dan air bagi hama.

Bagian penting lainnya adalah pest-proofing. Teknisi kami akan mengidentifikasi kerentanan struktural dan merekomendasikan langkah penyekatan untuk mencegah hama masuk ke dalam bangunan. 

Pendekatan ini membantu menciptakan lingkungan yang kurang menarik bagi hama dan lebih aman bagi operasional bisnis Anda.

4. Metode pest control

Jika aktivitas hama telah melewati ambang batas yang ditentukan, Rentokil akan menerapkan metode pengendalian yang paling sesuai dengan kondisi di lapangan. Metode yang digunakan selalu dipilih secara tepat dan mengikuti standar keselamatan, antara lain:

  • Metode fisik: Mengatur kondisi lingkungan seperti kelembapan, suhu dan pencahayaan yang dapat mempengaruhi aktivitas hama.
  • Metode mekanis: Menggunakan peralatan profesional seperti perangkap serangga LED, glue traps, jebakan mekanis, vakum khusus, serta alat penanganan hama lainnya.
  • Metode kimia: Menggunakan pestisida yang telah disetujui, diaplikasikan secara tepat dan hanya ketika diperlukan, dengan tetap mematuhi standar keselamatan.

Pendekatan ini memastikan pengendalian hama dilakukan secara efektif, terukur dan aman.

Evaluasi dan pelaporan berkelanjutan

Integrated Pest Management merupakan proses yang dilakukan secara berkesinambungan, bukan sekadar perawatan satu kali. 

Rentokil secara berkala mengevaluasi aktivitas hama dan efektivitas tindakan pengendalian yang telah dilakukan. Data yang dikumpulkan dari inspeksi dan perangkat pemantauan membantu menyempurnakan strategi pengendalian dari waktu ke waktu.

Kami juga menyediakan dokumentasi lengkap yang mencakup:

  • Temuan inspeksi dan tren aktivitas hama.
  • Detail tindakan pengendalian yang dilakukan.
  • Rekomendasi perbaikan sanitasi dan struktur bangunan.

Pelaporan ini membantu bisnis Anda menjaga transparansi operasional serta kesiapan menghadapi audit kapan saja.

Pendekatan IPM Rentokil: Strategi ERDM

Program IPM Rentokil didukung oleh strategi global ERDM, kerangka kerja yang dirancang untuk menangani risiko hama di setiap tahap.

Strategi ERDM Rentokil Indonesia untuk Pengendalian Hama Terpadu (IPM)
  • Exclusion (Penyekatan): Mencegah hama masuk ke dalam fasilitas melalui penyekatan struktural dan pengendalian titik akses.
  • Restriction (Pembatasan): Menghilangkan faktor lingkungan seperti sumber makanan, kelembapan dan tempat bersarang yang menarik hama.
  • Destruction (Pengendalian): Merespons dengan cepat melalui tindakan pengendalian yang tepat ketika aktivitas hama terdeteksi.
  • Monitoring (Pemantauan): Menggunakan perangkat pemantauan modern untuk mendeteksi aktivitas hama sejak dini dan memastikan pengendalian jangka panjang.

Dengan pendekatan ini, Rentokil membantu bisnis Anda membangun strategi pengendalian hama yang lebih terstruktur, efektif dan berkelanjutan.

Siap menerapkan strategi pengendalian hama yang lebih cerdas?

Integrated Pest Management bukan sekadar layanan, tetapi kemitraan jangka panjang berbasis data dan keahlian. Lindungi operasional dan reputasi fasilitas Anda bersama Rentokil.

Hubungi Rentokil di 150808 atau isi form online di bawah ini untuk mendapatkan survey lokasi dari tim ahli kami.

Jadwalkan survey hama Anda

* Kolom yang harus diisi

Cari cabang Rentokil di dekat Anda

Solusi perlindungan bisnis yang komprehensif untuk menjaga reputasi dan operasional industri Anda dari gangguan hama.